Bl000g bLooooG…Sci

April 30, 2007

Virus Email Kian Meraja pada 2015

Filed under: IPTEK
Lihat GambarSebuah survey yang dilakukan oleh perusahaan keamanan jaringan Messagelabs menyebut sekitar 70% perusahaan di Eropa diperkirakan akan mengalami serangan virus dua kali lebih besar dalam kurun waktu 10 tahun mendatang. Sebuah kondisi dimana sekitar 40% anggaran harus dikeluarkan untuk menanggulangi hal itu.

Kenaikan dua kali lipat ancaman akan bahaya virus juga merupakan andil bagi para pengembang yang seolah tidak peduli dengan masalah keamanan dari produk yang mereka luncurkan. Mark Sunner yang merupakan chief technology officer dari MessageLabs mengatakan hasil survey yang mereka lakukan termasuk pula resiko kehilangan data dan meningkatnya arus virus.

Meski jumlah serangan virus mengalami kenaikan secara dramatis banyakan dari serangan itu hanyalah memacetkan arus lalulintas dan membebani bandwith. Bukan pada serangan data, yang jumlahnya masih sangat sedikit. Para responden dari survey itu juga memperkirakan semua ini akan berubah sampai 2014 mendatang. Sebagian besar dari 80% responden mengatakan kebanyakan anggaran yang mereka keluarkan untuk kasus virus hanya berkisar 4%.

Sementara 20% yang lain menyakini bahwa serangan virus melalui email akan semakin menjadi ancaman bagi keamanan dalam 10 tahun ini. Mark Sunner menyatakan kini para pembuat virus dan pengirim spam telah bekerjasama untuk membuat sebuah malware yang sangat canggih dan sulit dideteksi oleh sebuah program antivirus.

"Meningkatnya kerjasama pembuat virus dan spam bisa terlihat dengan teknik yang mereka gunakan dimana mereka menciptakan sebuah hal yang sangat kompleks. Sistem teknologi informasi akan terus terancam dan berusaha untuk melakukan kompromi dari pintu belakang."

Pendapat Sunner itu tidaklah salah. Karena pada saat bersamaan muncul mass-mailing Evaman worm yang meski penyebarannya sangat lambat namun sejumlah analis kini menunggu dengan berdebar apa yang terjadi dengan serangan Evaman worm ini di AS dan Eropa. Vendor antivirus Symantec sejauh ini hanya menempatkan ancaman Evaman pada tingkat kedua (tertinggi pada level 5).

Evaman menyebar dengan melalui alamat email.people.yahoo.com, dalam bentuk file attachment .exe atau .scr. Sementara di subyeknya akan berisikan judul "failed transaction atau "failure delivery". Mikko Hyppönen yang merupakan direktur dari perusahaan antivirus F-Secure merasa yakin source code penulisan virus kini sudah mulai menyebar.

"Kebanyakan dari worm emal ditulis dalam bahasa pemprograman C atau menggabungkannya antara C dengan assembler. Tidak banyak orang yang bisa melakukan pemprograman assembler dengan baik saat ini," katanya. Dimata Hypponen, penyebaran source code worm atau virus tidak terlepas dari kemungkinan untuk ditelusur dan ditangkap oleh pihak berwajib. (it/tutut)

A2DP, Kecanggihan Audio Tanpa Kabel

Filed under: IPTEK

A2DP, Kecanggihan Audio Tanpa Kabel

Lihat Gambar

KapanLagi.com - Kecanggihan tanpa henti dari perusahaan-perusahaan teknologi komunikasi raksasa dunia, seperti Nokia, Motorola, Siemens, Sony-Ericsson, dan lainnya, membuat masyrakat lebih mudah memilih jenis teknologi yang mereka butuhkan. Tapi, kebanyakan pilihan dapat juga membuat dilema bagi pengguna.

Setelah berhasil dengan teknologi cellular yang dilengkapi dengan musik berstandar stereo, kebanyakan perusahaan raksasa itu melirik ke prospek lainnya. Inilah yang kemudian digunakan sebagai salah satu senjata penjual, yaitu teknologi A2DP.

Advanced Audio Distribution Profile atau A2DP merupakan teknologi audio berkualitas tinggi, biasanya digunakan pada headset yang berkoneksi dengan jaringan handphone ataupun media player portabel, dengan menggunakan teknologi bluetooth (tanpa kabel).

A2DP biasanya digunakan dengan media penerima bluetooth yang terkoneksi dengan output audio standar. Kode-kode yang datang dari audio ke format bluetooth, kemudian dikirimkan melalui sinyal wireless ke bluetooth headphone. Kode-kode itulah yang kemudian menghasilkan bunyi musik yang dimainkan di handphone.

Saat ini telah banyak bermunculan teknologi bluetooth, seperti 1.1, 1.2, dan 2.0, berupa handphone dan media player portabel yang support dengan teknologi A2DP, dan kebanyakan bluetooth 2.0 yang ada di headphone sudah hampir sempurna penciptaannya.

bluetooth yang ada pada headphone, spesialnya pada model-model terbaru, biasanya dihadirkan bersama mikrofon dan bisa digunakan juga bersama Audio/Video Remote Control (AVRCP), Headset (HSP), dan juga Handsfree (HFP).

Sebagai pertimbangan, kami memberikan beberapa produk handphone yang menggunakan A2DP, seperti Nokia 5300, Kynocera K822, Samsung Z710, Motorola A910, dan LG LP3900. Sedangkan untuk media player, ada iPod yang sudah menggunakan A2DP. Saat ini, karena kecanggihannya memang membuat praktis, perusahaan kacamata fashion, Oakley, juga mendesain beberapa kacamatanya dengan teknologi A2DP. Jadi sambil gaya, bisa langsung mendengarkan musik. (wiki/boo)

Dear….My BL00GG

Filed under: secret

Q ingin cErita kEpadamu…..

tEntanGnya yAng dUlu…..

siNngah di hAtiQ….

sEjak iTu,,,Q jadi bAhagia

kArEna dia sElalu aDa diHidupQ…

tApi kiNi,,,

dIa mEnghilang,,,

eNtah tahu eNtah diMana….

My Blog….

Q mErindukannya….

PujaanQ,,,emoticon

Engkau aDa dimana..???? 

April 25, 2007

Testimoni

Filed under: Testimoni

Lembar ini disediakan untuk pengunjung blog yang ingin memberikan kesan dan pesan secara pribadi kepada pemilik blog ini dan isinya bebas, asal dibatasi dengan kesopanan dan kesantunan.

Klik Comment di bawah ini untuk memberikan testimoni dan terima kasih atas perhatiannya

Ditemukan Planet Mirip Bumi

Filed under: IPTEK

TEMPO Interaktif, Paris:
Ahli astronomi telah menemukan sebuah planet mirip bumi di luar galaksi, yang permukaannya mengandung air. Planet itu mengorbit di bintang Gliese 581 yang redup, 20,5 tahun cahaya dari konstelasi Libra.

Planet itu ditemukan dengan teleskop Eso di Cile. Astronom penemunya mengatakan temperatur yang ramah di planet itu mengindikasikan adanya air berbentuk cair, dan ada kemungkinan suatu kehidupan.

“Kami memperkirakan temperatur di “Bumi Super” ini antara nol hingga 40 derajat celcius, dan air masih dalam bentuk cair,” kata Stephane Udry, dari Stasiun Pengamatan Jenewa, yang menuliskan laporan ilmiah tentang penemuan planet tersebut, di Paris hari ini.

Stephane mengatakan ukuran planet tersebut 1,5 kali radius bumi. Model yang mereka rancang memperlihatkan bahwa planet itu berbatu-batu atau diselimuti lautan.

Xavier Delfosse, anggota tim dari Universitas Grenoble, mengatakan, air adalah hal yang kritis dalam kehidupan. Dia yakin planet itu adalah target yang penting bagi misi antariksa di masa mendatang, untuk mencari kehidupan ekstraterestrial.

Misi itu nantinya meletakkan teleskop di ruang angkasa untuk melacak cahaya, yang disebut-sebut sebagai penanda adanya proses biologis di sana. Pengamatan ruang angkasa itu juga bisa mengidentifikasi gas atmosfir seperti metan dan bahkan menandai adanya klorofil, pigmen yang memainkan peranan penting dalam proses fotosintesis.

Astronom menyebut planet itu sebagai eksoplanet, untuk menyebut planet yang mengelilingi sebuah bintang di luar matahari. Planet tersebut mengorbit penuh di bintangnya selama 13 hari. Jaraknya juga 14 kali lebih dekat ke bintangnya, daripada bumi ke matahari.

Adapun Gliese 581, diidentifikasi di Stasiun Pengamatan Eropa Selatan di La Silla di Gurun Atacama. Sejauh ini ahli astronomi telah mendeteksi bahwa bintang itu dikelilingi tiga planet.

Kryptonit Ditemukan di Bumi

Filed under: IPTEK

LONDON – Kryptonit ternyata ada di bumi. Batuan yang terkenal dalam kisah fiktif mampu menyerap kekuatan Superman itu ditemukan di sebuah pertambangan yang dikelola grup Rio Tinto PLC, di Jadar, Serbia.

Kalau dalam film dan komiknya, batuan itu digambarkan memiliki kristal hijau kemilau, yang ditemukan di Jadar putih, berserbuk dan tidak radiaktif. Itu saja bedanya. Selebihnya, “Komposisi kimianya sama,” kata Chris Stanley, ahli mineral di Natural History Museum, Inggris.

Komposisi kimia yang dimaksud Stanley adalah sodium litium boron silikat hidroksida. Jadarite—begitu mineral baru ini akan dinamakan—menjadi satu diantara 30 sampai 40 mineral baru yang biasa ditemukan setiap tahunnya.

Pohon Tertua di Dunia Ditemukan

Filed under: IPTEK

Pemburu fosil dari Amerika Serikat telah menemukan pohon tertua di dunia. Pohon jenis palem-paleman itu disebut Wattieza, yang diperkirakan hidup 380 juta tahun lalu. Penemuan yang dipublikasikan di Jurnal Nature edisi kemarin ini memberikan gambaran bagaimana hutan menghijaukan permukaan bumi. Pada June 2004, Linda VanAller Hernick dan Frank Mannolini dan Museum Negeri New York menemukan mahkota sebuah pohon besar di sebuah tambang batu pasir, 16 kilometer dari Gilboa, di New York. Kawasan itu terkenal sebagai tempat yang kaya dengan fosil tumbuhan dan artropoda. Berpacu dengan waktu-karena tempat penambangan itu terus digali untuk membuat jalan-Hernick dan Mannolini akhirnya berhasil menemukan fragmen-fragmen batang pohon Wattieza. Mereka menyusunnya bak sebuah puzzle, sampai sepanjang delapan meter. Kulit batang pohon itu seperti batang palem. Pada bagian atas, berkas daunnya menyebar, sebuah cara yang membuat pohon itu bisa tumbuh vertikal, menyempil dari kanopi hutan dan meraih sinar matahari. Akar Wattieza pendek, bereproduksi dengan spora, dan kemungkinan pohon dewasanya mencapai 10 meteran. Wattieza diperkirakan berasal dari masa pertengahan Devonian atau antara 397 sampai 385 juta tahun lalu. Zaman ini disebut masa inkubator bagi tanaman darat, sebab tumbuhan mengembangkan semua strategi reproduksi dan masa ini pulalah lahir pelopor daun yang bisa berfotosintesa. Ketika spesimen Wattieza yang didapatkan Hernick dan Mannolini itu hidup, mereka tumbuh di kawasan yang juga didiami artropoda kecil, serangga, laba-laba, dan jenis-jenis Crustacea. Paleontolog Ed Landing mengatakan pohon itu hidup 140 juta tahun sebelum dinosaurus. "Saat itu tak ada binatang terbang, reptil, dan amfibi." Fosil itu adalah bukti padat yang pertama yang memperlihatkan bentuk lengkap pohon kuno dan bisa menjelaskan bagaimana hutan mendominasi dunia. "Dalam membentuk hutan pertama, pepohonan mesti mengubah sistem dunia secara keseluruhan, dengan menciptakan tipe lingkungan mikro bagi tumbuhan kecil dan serangga. Mereka menyimpan sejumlah besar karbon dan membawa tanah," kata penulis artikel di Nature, Christopher Berry. Dia juga pengajar botano kuno di Universitas Cardiff, Inggris. Sampai saat ini bukti pohon tertua adalah Archaeopteris, yang diperkirakan tumbuh pada akhir masa Devonian, sekitar 385 sampai 359 juta tahun lalu.

April 23, 2007

FeRAM, Memory dari Bahan Ferro Elektrik

Filed under: IPTEK

Prof. Hiroshi Ishiwara, salah satu guest speaker dalam Konferensi Internasional CECI 2001 di BPPT, menjelaskan tentang penelitian terbarunya FeRAM yang mampu menyimpan memory walau tak ada daya listrik lagi. Profesor dari Tokyo Institute of Technology yang datang ke Jakarta atas undangan CECI (International Conference on Electrical, Electronics, Communication, and Information) 2001, menjelaskan tentang FeRAM (Ferroelectric Random Access Memory) yang diharapkan mampu menyempurnakan kemampuan dari DRAM (Dynamic Random Access Memory) semi konduktor biasa yang agak susah untuk menyimpan suatu memory (ingatan) didalam suatu chip/ici tanpa diberi battery (jadi kalau dicabut battery akan hilang memorynya.) Dr. M. Mustofa Sarinanto, Chairman Technical Program Committee CECI 2001, doktor yang juga alumnus Tokyo Institute of Technology menjelaskan kembali soal FeRAM ini yang kebetulan juga menurutnya adalah bidangnya. Menurut Dr. Nanto, demikian panggilan akrabnya, FeRAM ini mampu menyimpan suatu memory dengan kemampuan alamiah dalam dirinya sendiri. Namun untuk melakukan penyimpanan pada saat writing/menulisnya atau membacanya baru memerlukan energi. Namun bila sudah ditinggal data tersebut akan tersimpan terus. Dr. Nanto mengibaratkan seperti sebuah kolam yang tidak bocor, jadi kalau diisi air dia akan penuh terus. Sementara kalau memory yang sekarang ibarat kolam yang bocor, kalau diisi air dan kita tinggal semalam atau sehari saja ia akan habis atau kering. Menurutnya daya tahan Fe RAM ini baru mencapai beberapa kilobyte ( masih kecil). Saat ini berkisar antara 10 pangkat 12/second. Nanto menjelaskan juga bahwa FeRAM merupakan salah satu penelitian yang betul-betul baru saat ini. Di Jepang, sebagian telah digunakan. Namun ia memperkirakan di masa-masa mendatang akan diproduksi dan dipergunakan secara luas. http://www.komputekonline.com/

Standar Perkembangan Lewat Teori Evolusi di Era Digital

Filed under: IPTEK

Meski sempat jadi kontroversial, namun siapa yang tak kenal Darwin? Paling tidak, kita pernah dengar teorinya tentang hubungan manusia dengan "kerabat" kita yang menetap di kebon binatang. Evolusi, begitu kira-kira kata kuncinya. Nah, teori Darwin (Darwinisme) ini mulai muncul di dunia digital. Bagaimana ceritanya? Dalam buku Digital Darwinism, Evan I. Schwartz bercerita tentang teori Darwin dan perusahaan di dunia digital. Sebuah perusahaan diibaratkan sebagai mahluk hidup atau organisma yang mengalami evolusi sesuai dengan teori Darwin. Menarik sekali analisa-analisanya tentang perusahaan yang sukses dan terus hidup dengan strategi-strategi survivalnya. Lantas, dibandingkannya perusahaan tersebut dengan perusahaan yang mati alias gulung tikar Betul-betul seperti mahluk hidup. Bagi anda yang menggeluti bisnis e-commerce, buku ini patut untuk dibaca. Di sisi perangkat keras (hardware), evolusi ala Darwinisme juga terjadi. Masih ingat video Betamax? Bagi sebagian pembaca mungkin tidak tahu "binatang" apakah Betamax ini. Betamax merupakan salah satu format kaset video yang kemudian digusur oleh VHS. Bahkan saat ini di Indonesia sudah susah mencari orang yang memiliki video dalam format VHS maupun Betamax. Saat ini di Indonesia sebagian besar orang menggunakan VCD. Sementara itu di Amerika, format DVD lebih dominan. Species-species ini akan terus berevolusi. Pertarungan survival juga terjadi antara handphone dengan PDA (seperti Palm dan Psion). Di dalam keluarga handphone pun terjadi evolusi. Dari ukurannya yang besar dengan antena yang panjang kemudian sekarang berubah menjadi berukuran kecil dengan antena di dalam bungkusnya. Bahkan menurut seorang pakar teknologi smartcard, di masa yang akan datang kita tidak membutuhkan "bungkus" handphone tersebut karena chip (SIM card) dalam ukuran sangat kecil dapat langsung ditempelkan ke dalam lubang telinga. Jadi jangan kaget kalau anda melihat orang berbicara dengan dirinya sendiri atau berbicara dengan kartu chip. Mungkin dia sedang berbicara melalui "telepon" wireless. Evolusi juga terjadi dalam dunia storage dimana harddisk makin besar kapasitasnya dan makin kecil ukurannya. Banyak lagi contoh-contoh di dunia perangkat keras. Yang belum jelas adalah apakah Digital Darwinism mempengaruhi konvergensi TV dan PC? Apakah nantinya malah ada divergensi dan banyak species baru? Software pun mengalami evolusi. Masih teringat program Mosaic, yaitu browser yang mendominasi awal-awal meledaknya World Wide Web. Sebelum Mosaic memang sudah ada beberapa browser, akan tetapi mereka tidak memiliki jumlah pengguna yang besar. Mosaik ini mulanya hanya menampilkan halaman web dengan standar HTML versi lama (versi 1.0?). Masih terbayang homepage dengan latar belakang abu-abu dan hanya dilengkapi dengan link dan grafik seadanya. Kemudian Mosaic ini berevolusi menjadi Netscape. Standar HTML pun berkembang. Bahkan kemudian muncul mahluk baru yang bernama Internet Explorer (IE) yang sekarang banyak digunakan oleh pengguna Internet yang berbasis Windows. Meskipun masih berserakan species Netscape, Opera, Lynx, kfm browser, dan sejenisnya nampaknya IE mulai mendominasi. Menarik untuk mengamati Digital Dariwinism in action. Budi Rahardjo

Teknologi Thermoelectric Coolers: Kurangi Efek Over Heating Chips

Filed under: IPTEK

Overheating atau terjadinya panas yang berlebihan, merupakan kendala besar dalam proses miniaturisasi pembuatan chips IC Refrigerator atau unit pendingin yang berukuran setitik debu. Lantas? Adalah IC Refrigerator, yang berfungsi sebagi pendingin chips silikon sat beroperasi dengan kondisi mengalirkan arus listrik dalam sirkuit elektronik kemungkinan akan segera dihadirkan. Sebuah team ilmuwan peneliti dari Universitas California, Santa Barbara -AS, telah berhasil membuat "microcoolers" yang berukuran lebih kecil dari seperduapuluh milimeter saja yang dibuat guna mencegah terjadinya pemanasan berlebihan (overheating) pada microchips. Xiaofeng Fan dkk. dari Universitas California membuat microcooler dengan menyusun sekitar 200 lapis 2 jenis semi-conductor yang dipasang silih berganti lapis satu diatas lainnya bagai menata pasangan lantai. Setiap lapis lembaran semiconductor - yang dinamakan "superlattice" - tebalnya masing-masing 10 nano meter. Materialnya terbuat dari silicon dan suatu campuran metal alloy yang terdiri atas silicon, germanium, dan carbon yang memenuhi ratio tertentu. Lapisan pendingin ini mampu mendinginkan temperatur setempat menjadi turun berkurang sebesar 7 derajat Celcius pada chips yang tengah bekerja dan mengalami pemanasan bersuhu sebesar 100 derajat Celcius. Namun demikian menurut perkiraan peneliti untuk menjadikannya bernilai komersial, maka kemampuan mendinginkan panas pada chips ini mesti dilipatgandakan lebih lanjut lagi sehingga unjuk kerjanya menjadi beberapa kali lebih baik. Kemungkinan yang masih amat terbuka lebar. Selagi bekerja chips menjadi panas sama halnya seperti prinsip pada setiap perlatan listrik yang tengah bekerja, berhubung sebagian energi pada elektron yang mengalirkan arus listrik berubah menjadi panas yang menjadikan kabel muatan listrik dan komponen sirkuit memanas. Dengan semakin kecil serta semakin kompaknya komponen pada IC maka terjadinya overheating menjadi problem yang serius. Overheating dan kerumitan yang amat tinggi dalam proses fabrikasi miniaturisasi IC merupakan kendala yang sampai kini membatasi miniaturisasi yang lebih lanjut. Upaya pendinginan pada beberapa IC atau perangkat alat laser yang digunakan dalam komunikasi dilakukan dengan thermoelectric coolers. Prinsipnya mirip dengan pengaliran cairan pendingin (coolant fluid) pada refrigerator konvensional, yakni dengan memanfaatkan efek terjadinya pertukaran panas antara satu material semi conductor terhadap semiconductor lain jika keduanya saling dipersinggungkan. Namun berbeda dengan pada refrigerator konvensional, maka elemen thermoelectric cooling sama sekali tidak memiliki komponen yang bergerak, dengan demikian memiliki keuntungan bahwa kesatuan unitnya akan kokoh dan berdaya tahan lebih lama. Namun demikian thermoelectric cooling sesungguhnya tidak terlalu efisien guna diterapkan dalam prinsip pendinginan mikro elektronik. Elemen thermoelectronic coolers umumnya dibuat berupa unit yang terpisah dari IC atau chips. Peralatan ini dilekatkan dengan baut dengan fungsi untuk menurunkan tempertur pada keseluruhan chips. Sementara microcoolers memiliki keunggulan yang lebih efisien dalam segi pembuatan serta penggunaannya berhubung unitnya dicetak langsung atau diintegrasikan pada fabrikasi pembuatan chips itu sendiri, selain bahwa ukurannya sedemikian kecilnya hingga dapat mengisolasi sedemikian rupa setiap "hot spots" pada IC yang diketahui bisa menyebabkan kerugian overheating dengan terjadinya pengurangan daya ketahanan lama unjuk kerja suatu chips. .:. oq/adin Kuras Dana US$ 300 Miliar US






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hermanitos Verdes